Menanggapi Unjuk-rasa Supir Angkutan Umum pada 14 Maret 2016

Amen.

Marco Kusumawijaya

Akhirnya memang harus ada yang melakukan unjuk rasa soal angkutan umum online itu. Sebab memang ada soal mendasar di balik penampilan.

Justru karena itu, kita hargai para supir angkutan umum yang unjuk rasa. Kita berterima kasih malah. Melalui unjuk rasa itu demokrasi berpeluang menghasilkan kebijakan yang makin baik, karena berbagai argumen dari berbagai pihak terungkap ke publik.

Pemicu dari unjuk rasa itu adalah soal penggunaan teknologi informasi pada angkutan umum tertentu. Tapi kericuhan ini sebenarnya adalah akibat saja dari akar masalah, yaitu kegagalan kota kita Jakarta membangun sistem angkutan umum yang layak serta berkualitas bagi mayoritas penduduk kota kita Jakarta. Petunjuk paling nyata dari kegagalan itu adalah mahalnya biaya mobilitas yang harus ditanggung oleh warga kota kita Jakarta yang rata-rata berkisar di antara 15% hingga 35% dari pendapatan bulanan. Di kota-kota dunia yang baik, misalnya Hong Kong, Taipei dan Tokyo, biaya itu hanya berkisar antara 3% hingga 8%.

Selain itu…

View original post 520 more words